Ringkasan (4) Kuliah MPPH

TEKNIK PENULISAN

A.Petunjuk Material
1.Pengorganisasian Skripsi

Yang dimaksud dengan pengorganisasian skripsi adalah penyusunan pola keseluruhan sajian skripsi. Susunan pola skripsi terdiri alas bagian-bagian penampilan/penulisan skripsi. Di sini tidak dikemukakan suatu organisasi skripsi secara terinci sebab tiap-tiap permasalahan skripsi dapat menghendaki organisasi yang berbeda-beda. Sebagai gambaran umum saja, di sini dapat dikemukakan bagian-bagian yang lazim terdapat dalam setiap penulisan skripsi. Adapun bagian-bagian utama yang terdapat dalam semua skripsi adalah :

1).Bagian muka skripsi.
2). Bagian tubuh skripsi.
3). Bagian belakang skripsi.

Uraian berikut akan mengemukakan penjelasan singkat tentang tiap bagian skripsi itu.

2.Materi Bagian Muka Skripsi

Adapun bagian muka skripsi secara berturut-turut terdiri dari :

1)Halaman judul,
Semua judul skipsi yang diketik dengan huruf besar, di bawahnya disusul dengan dengan perkataan "SKRIPSI", di bawahnya lagi dituliskan "Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana ..... (bidang apa). Kemudian cantumkan kata "Oleh" (ini jangan ditulis vertikal), di bawahnya adalah nama penulis, lalu di bagian bawah dituliskan fakultas dan program studinya, lalu di bawahnya lagi dituliskan bulan dan tahun selesainya penulisan skripsi. Halaman judul ini diperlukan sebagai halaman i (satu romawi kecil) meskipun nomor halaman ini tidak di¬tulis

2)Halaman persembahan (jika diperlukan), biasanya di halaman ini pula dicantumkan moto si penulis yang ditulis di bagian kiri atas, kemudian di bagian kanan bawah dituliskan persembahan kepada siapa.

3)Halaman persetujuan pembimbing, memuat perkataan-perkataan "Skripsi oleh .................... ini disetujui pada tanggal....... ", "oleh (nama pembimbing I)" dan (nama pcmbimbing II)". Di bawahnya ditulis perkataan "Mengetahui : Program Studi ....... (nama Ketua Program Studi)", kemudian di bagian paling bawah ditulis "Mensahkan : Fakultas ..... (nama Dekan Fakultas). Halaman persetujuan ini diberi halaman iii, diketik di tengah-tengah ha¬laman bagian bawah, 2 cm dari tepi bawah kertas.

4) Halaman persetujuan tim penguji, memuat perkataan Telah di-uji dan disetujui oleh tim penguji : (nama Ketua dan nama para Anggota tim penguji). Pada bagian bawah halaman persetujuan tim penguji ini diberi nomor halaman iv.

5) Kata pengantar, dengan topik KATA PENGANTAR, maka pada bagian ini dikemukakan uangkapan rasa terima kasih penulis kepada berbagai pihak yang telah membantu penyelesaian pe¬nulisan skripsi. Isi kata pengantar ditulis dengan ringkas meng-gunakan kata-kata yang sederhana. Halaman kata pengantar ini diberi nomor halaman v, dan apabila lebih dari satu halaman dapat diteruskan dengan nomor-nomor halaman vi, vii dan se-terusnya. Untuk skripsi, kata pengantar kiranya tidak lebih dari dua halaman.

6) Daftar isi, dengan topik DAFTAR ISI, dimuat semua hal yang terdapat di dalam keseluruhan skripsi secara sistematis meliputi bab-bab, sub-sub bab serta bagian-bagiannya yang lebih kecil lagi. Nomor-nomor halaman daftar isi melanjutkan nomor-nomor ha¬laman sebelumnya dengan masih menggunakan angka-angka Romawi kecil.

7) Daftar tabel dengan topik DAFTAR TABEL, apabila skripsi menyajikan tabel-tabel. Isi daftar tabel hendaknya sesuai dengan judul tabel sebagaimana yang terdapat dalam sajian skripsi. Apa¬bila penyajian data menggunakan grafik, gambar dan sebagainya, maka perlu dibuatkan daftar tersendiri umpamanya DAFTAR GRAFIK, DAFTAR GAMBAR, dan sebagainya. Nomor-nomor halaman pada daftar tabel masih meneruskan nomor-nomor ha¬laman sebelumnya.

8) Daftar lampiran, dengan topik DAFTAR LAMPIRAN, perlu disusun daftar mengenai berbagai hal atau kelengkapan yang dirasa perlu dilampirkan dalam skripsi. Nomor halaman daftar lampiran ini meneruskan nomor halaman sebelumnya, masih menggunakan nomor Romawi kecil.

3. Materi Bagian Tubuh Skripsi

Pada bagian ini merupakan isi pokok atau batang tubuh skripsi yang sebenarnya yang memuat keseluruhan bahasan mulai pendahuluan sampai penutup dari skripsi. Bagian tubuh skripsi pada umumnya mencakup bab-bab berikut:

1).Bab pendahuluan, dengan judul PENDAHULUAN, disertai nomor bab BAB I, memuat uraian yang menggambarkan per-soalan skripsi. Bab ini memuat latar belakang, rumusan dan ruang lingkup masalah, tujuan penelitian, kalau dipandang perlu bisa juga disajikan pengubahan masalah menjadi rumusan hipotesis serta anggapan dasamya, keterbatasan penelitiannya, dan yang juga penting yaitu pembatasan artis istilah-istilah atau konsep-konsep penting dalam penelitian untuk menghindari salah arah bagi penulis atau salah tafsir bagi para pembaca.

2).Bab kajian teoritis, yang lazim diberi judul TINJAUAN TEORITIS mengemukakan bahasan yang menjadi orientasi atau dasar teori bagi penelitian ilmiah. Di dalam bab ini diberikan sudut pandangan atau kerangka acuan dalam upaya menafsirkan kemungkinan proses serta hasil penelitian. Orientasi dan dasar teori ini dapat dihimpun dan diramu dari sumber-sumber kepus-takaan seperti buku-buku literatur, buletin, majalah, makalah, surat kabar, jumal, skripsi dan bahan pustaka lainnya.

3).Bab metode penelitian, yang lazim diberi judul PROSEDUR PENELITIAN atau METODE PENELITIAN. Dalam bab ini dikemukakan berbagai hal yang berhubungan dengan bagaimana penelitian dipersiapkan, dilaksanakan dan disimpulkan hasilnya. Dengan demikian bab ini melaporkan :

(1) persiapan penelitian antara lain mengenai penyusunan proposal, pengambilan sampel, penyusunan instrumen pengumpulan data dan uji-cobanya, serta penjadwalan penelitian;

(2) pelaksanaan penelitian misalnya mengenai jenis dan sumber data, teknik-teknik pengumpulan data, serta pelaksanaan pengumpulan datanya; dan

(3) pengolahan data antara lain mengenai cara-cara meng-olah data, rumus-rumus yang dipakai, kriteria menarik kesim-pulan, cara pemberian skor, dan seterusnya.

4).Bab penyajian dan pengolahan data, biasanya diberi judul PENYAJIAN DAN PENGOLAHAN DATA atau HASIL PENELITIAN. Dalam bab ini disajikan pengklasifikasian, penafsiran atau pengolahan data dengan cara seperti yang dike¬mukakan dalam bab sebelumnya. Hasil pengolahan data itu di¬sajikan, baik secara verbal dengan kata-kata, secara matematis dalam bentuk angka-angka maupun secara visual dalam bentuk grafik-grafik, peta-peta, gambar-gambar, foto-foto dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan. Apabila penelitian menggunakan hipotesis itu sehingga dihasilkan kesimpulan apakah hipotesis diterima atau ditolak.

5). Bab penutup, sering diberi judul PENUTUP atau KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN merupakan bab penghabisan dalam skripsi. Dalam bab ini ihtisarkan kesimpulan umum dari keseluruhan penelitian serta kesimpulan khusus dari hasil penelitian, implikasi atau kegunaan hasil penelitian, serta dikemukakan pula saran-saran terhadap kemungkinan kegunaan praktis di lapangan serta bagi penelitian lebih lanjut sebagai tindak lanjut.

3.Materi Bagian Belakang Skripsi

Bagian belakang skripsi biasanya terdiri dari dua bagian, yakni daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

1). Daftar Pustaka, yaitu daftar yang memuat semua bahan yang di-pakai sebagai sumber informasi serta konsepsual dalam penyu-sunan skripsi. Bahan-bahan pustaka yang dicantumkan di dalam daftar hendaknya hanya bahan-bahan pustaka yang relevan dengan persoalan dalam skripsi. Setiap bahan pustaka dicantumkan dalam daftar'dengan susunan yang berurutan menurut alfabet. Di antara daftar pustaka dengan bagian sebelumnya dari skripsi hendaknya diberi pern is ah dengan satu halaman kosong yang hanya memuat perkataan DAFTAR PUSTAKA yang diketik di tengah-tengah halaman.

2).Lampiran-lampiran, memuat berbagai bahan yang perlu dilaporkan tetapi tidak termuat dalam bagian tubuh skripsi. Bahan-bahan itu misalnya surat ijin mengadakan penelitian, surat-menyurat dengan responden, instrumen pengumpul data, jika dirasa perlu data mentah atau laporan visual hasil penelitian, dan sebagainya. Seperti halnya pada daftar pustaka, antara lampiran dengan daftar pustaka juga diberi pemisah dengan satu halaman kosong yang memuat perkataan LAMPIRAN atau LAMPIRAN-LAMPIRAN yang diketik di tengah-tengah halaman. Tiap-tiap lampiran diberi petunjuk misalnya LAMPIRAN 1, LAMPIRAN 2, dan seterusnya.

B. PETUNJUK TEKNIS

1.Teknik-teknik Penyajian Hasil Penelitian

Penyajian hasil penelitian dapat menggunakan tiga macam cara, yakni penyajian matematis, dan penyajian visual. Berikut diuraikan satu per satu secara singkat.

a.Penyajian verbal

Penyajian verbal adalah penyajian hasil penelitian dalam bentuk kata-kata, Penyajian verbal hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1).Tajam, dalam aiti kata-kata yang dipakai secara tegas menyatakan apa yang dimaksud dalam konsep sehingga tidak memberikan kemungkinan tafsiran yang berbeda-beda. Jadi harus menyatakan apa adanya.

2).Obyektif, dalam arti kata-kata yang dipakai terhindar dari pernyataan-pernyataan subyektif penulis umpamanya terlalu diwamai oleh keinginan-keinginan, perasaan, dan khayalan penulis. Jadi harus menerangkan apa adanya ditunjang oleh fakta dan informasi.

3).Jelas, dalam arti dapat segera dimengerti maksudnya oleh pembaca. Penyajian yang jelas antara lain menggunakan kalimat bahasa Indonesia yang baik, dengan perkataan yang sederhana, dan dengan sistematika sajian yang rapi.

4).Ringkas, dalam arti kalimat-kalimatnya tidak berbelit-belit dan terlalu panjang. Jadi tiap kalimat dan alinea dalam penulisan hendaknya ringkas tetapi padat.

5).Dalam menyatakan kata ganti orang seperti "aku", "saya", atau "kami" sebaiknya dengan perkataan "penulis".

b.Penyajian matematis

Penyajian matematis adalah penyajian basil penelitian dalam bentuk angka-angka atau simbul-simbul bilangan matematis lainnya. Angka-angka ini dapat diperoleh dari pembilangan, tabulasi atau perhitungan-perhitungan statistik.

Penyajian matematis sering menggunakan tabel-tabel. Tabel adalah penampilan sistematis hasil pembilangan atau pekerjaan matematis lainnya dalam bentuk kolom-kolom atau lajur-lajur. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun label ialah sebagai berikut :

1).Tidak usah memberikan uraian atau penjelasan panjang-lebar tentang isi tabel karena tabel itu merupakan pemadatan sejumlah besar data sehingga memudahkan cara melihat keseluruhan data.

2).Hindarkan pemotongan suatu tabel menjadi terpisah pada halaman-halaman yang berbeda.

3).Penunjukan tabel hendaknya menggunakan nomor tabel, bukan halaman di mana tabel tercantum.

4).Perkataan TABEL beserta nomornya diketik di tengah halaman 3 spasi di bawah kalimat yang mendahului, kemudian judul tabel diketik dengan huruf besar posisi di tengah halaman 2 spasi di bawah judul/nomor tabel.

5).Keterangan atau catatan kaki tabel ditulis 2 spasi di bawah garis horizontal terbawah tabel.

6).Garis horizontal teratas dan terbawah pada tabel berupa garis ganda, sedangkan garis-garis vertikal dan garis horizontal lainnya berupa garis-garis tunggal. 7). Ukuran, keterangan atau simbul matematis dapat disingkat, umpamanya: % untukpersen, No. untuknomor, tgl. Untuk tanggal, f untuk frekuensi, dan sebagainya.

c.Penyajian visual

Penyajian visual adalah penyajian hasil penelitian dengan menampilkan grafik-grafik, peta-peta, gambar-gambar, dan sebagai¬nya. Penyajian visual ini biasanya dimaksudkan sebagai kombinasi, pelengkap atau kongkritisasi sajian matematis dan verbal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian visual adalah :

1).Sajian visual hendaknya ditempatkan di belakang uraian matematis atau verbal mengenai hal yang relevan serta masih dalam teks.

2).Tidak seperti dalam label, nomor dan judul gambar/sajian visual hendaknya ditempatkan di bawah sajian visualnya.

3).Sajian visual dapat menggunakan beberapa bentuk antara lain :

a).grafik garis atau poligon, sajian nilai kuantitatif variabel dengan garis mendatar yang disebut sumbu x dan garis vertikal yang disebut sumbu y. Poligonnya adalah garis yang menghubungkan titik-titik yang menyatakan kuantitas dalam hubungan dengan kedua sumbu.

b).grafik frekuensi kumulatif atau ogive, dalam grafik, sumbu y dipakai sebagai sumbu frekuensi kumulatif yang sering dinyatakan dalam bentuk persentase.

c).grafik balok atau bar graph, dalam grafik, kuantitas-kuantitas digambarkan dengan balok-balok atau persegi-persegi empat panjang.

d).grafik lingkaran atau pie chart, sajian kuantitas atau proporsi antar bagian dari keseluruhan dalam bentuk gambar lingkaran.

e).piktogram, sajian kuantitas besar disederhanakan menjadi kuantitas kecil dalam bentuk gambar grafts tertentu, umpa¬manya untuk tiap seribu ekor kucing digambarkan dengan satu ekor kucing.

f).bagan, penggambaran unit-unit atau fungsi-fungsi suatu sistem atau badan, umpamanya dalam bentuk susunan atau struktur suatu lembaga/organisasi.

2.Teknik Pengetikan

Banyak tulisan yang dapat dijumpai menggunakan cara pengetikan yang berbeda-beda. Dalam bagian ini dikemukakan beberapa aturan lazim dalam rangka penulisan skripsi karya ilmiah.

a.Kertas yang dipakai
Beberapa aturan mengenai kertas untuk skripsi adalah sebagai berikut:

1).Jenis kertas yang dipakai untuk menulis skripsi adalah kertas HVS.

2).Ukuran kertas yang lazim dipakai untuk skripsi atau karya ilmiah yaitu kuarto ( 22 x 28 cm ). Hal ini bisa juga tergantung pada ketentuan sesuatu unit atau lembaga pendidikan tinggi untuk menggunakan kertas ukuran folio (22 x 34 cm).

3).Pada tiap halaman kertas, ruang-ruang tepi ditentukan sebagai berikut :
- Untuk halaman-halaman yang terdapat judul bab, 4 cm untuk tepi atas, 2 cm untuk tepi kanan, 4 cm untuk tepi kiri, dan 3 cm untuk tepi bawah termasuk untuk tempat nomor halaman yang ditempatkan di kaki halaman.

- Untuk halaman-halaman yang tidak terdapat judul bab, 3 cm untuk tepi atas, 2 cm untuk tepi kanan dan bawah, dan 4 cm untuk tepi kiri.

4). Tiap lembar kertas hanya satu permukaan/halaman yang dipakai untuk pengetikan teks.

b.Pengetikan huruf, perkataan dan alinea

Mengenai pengetikan huruf, perkataan atau alinea untuk teks skripsi adalah sebagai berikut :

1).Huruf-huruf dalam teks skripsi hendaknya diketik berukuran "pica" (setiap 21/2 cm memuat 10 pukulan ketik). Oleh karena itu pergunakan mesin tulis dengan huruf-huruf yang berukuran cukup besar (dengan huruf-huruf jenis "pica").

2).Huruf pertama kalimat setiap alinea diketik masuk sebanyak tujuh spasi atau pukulan ketik terhitung dari batas tepi kiri, sedangkan huruf-huruf awal batas ketikan berikutnya adalah lurus batas tepi kiri,

3).Jarak pengetikan antar baris teks adalah dua spasi.

4).Semua kalimat dalam suatu alinea harus diketik secara berturut-turut tanpa memberi ruang kosong di bagian kanan halaman.

5).Pengetikan teks pada batas tepi kanan secara vertikal diharapkan nampak rapi, tetapi tidak dibenarkan dibuat-buat menjadi rata betul dengan jalan membuat kejanggalan umpamanya : menempatkan tanda penghubung (-) di belakang kata yang tidak membutuhkan, memberi ruang kosong di antara kata-kata di bagian tepi kanan, menepatkan tanda penghubung (-) renggang dari semestinya demi kerataan di tepi kanan.

c.Pengetikan nomor, tanda baca dan simbul

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengetik nomor-nomor, tanda-tanda baca serta simbul-simbul adalah sebagai berikut :

1).Nomor-nomor halaman dengan angka Romawi kecil ditempatkan di kaki halaman persis di tengah-tengah.

2).Nomor-nomor halaman dengan angka biasa diketik di sudut kanan atas halaman 2cm dari tepi atas dan kanan, kecuali untuk halaman judul diketik di kaki halaman persis di tengah-tengah.

3).Dalam skripsi tidak boleh terdapat kesalahan menempatkan tanda-tanda baca titik, koma, tanda penghubung, tanda kutip, tanda kurung, titik-titik, dan titik koma.

4).Angka-angka di awal kalimat hendaknya diketik secara verbal ( misalnya : "... 8 ekor tikus ..." seharusnya diketik : "... Delapan ekor tikus...").

5).Simbol-simbol seperti akar, sigma, angkolade, alpha dan sebagainya yang tidak terdapat dalam mesin tulis bisa ditulis dengan tinta benvarna hitam.

d.Pengetikan mengenai ejaan

Kesalahan ejaan kiranya tidak terjadi dalam pengetikan skripsi, umpamanya :

1).Jangan salah memisahkan kata misalnya ke-lu-ar-an dieja/dipisah menjadi ke-lu-a-ran. Sering kesalahan begini dikerjakan demi meratakan bagian tepi teks sebelah kanan.

2). Jangan memakai huruf-huruf ejaan lama seperti dj untuk j, j untuk y, p untuk f dan sebagainya, kecuali untuk nama orang masih ditolerir.

3).Jangan memakai singkatan-singkatan seperti dng., yl, spt., dll., tsb., tgl., kecuali dalam label.

4).Jangan membiasakan menyingkat perkataan yang belum populer umpamTanya Purek, Pudek, Asmen, Tanmenpan, Paswlden, dan sebagainya.

e.Pengetikan sistematika

Sistematika skripsi tercermin pada pembagian atau susunan skripsi menjadi bab-bab, sub-sub bab, dan setemsnya termasuk alinea-alineanya. Adapun beberapa ketentuan pengetikan sistematika skripsi adalah sebagai berikut :

1).Tiap judul bab diketik pada halaman baru.

2).Nomor bab diketik di tengah-tengah halaman 4 cm dari tepi atas dengan angka Romawi.

3).Di bawah nomor bab jarak 2 cm diketik judul bab dengan huruf-huruf besar tanpa titik akhir kalimat. Judul bab ini diketik di tengah-tengah (merupakan center heading) dan boleh juga diketik dua baris atau lebih.

4). Empat spasi di bawah judul diketik teks atau sub judul, dari sub judul ke teks berjarak 3 spasi, antara teks dengan sub judul berikut-nya maupun dengan teks selanjutnya berjarak 3 spasi, begitu antara teks dengan sub-sub bab selanjutnya.

f.Pengetikan penomoran sub-sub bab

Penomoran setiap bab dan sub-sub bab dalam suatu skripsi ada beberapa cara seperti berikut :

1).Cara pertama : dengan sistem indented selang seling huruf-angka, seperti :
A - sub bab tingkat pertama
1 - sub bab tingkat kedua (\) sub bab tingkat ketiga
(a) sub bab tingkat keempat
1) sub bab tingkat kelima
a) sub bab tingkat ketujuh

2).Cara kedua : dengan sistem indented taksonomis, seperti :
1.- sub bab tingkat pertama
1.1. sub bab tingkat kedua
1.1.1. sub bab tingkat ketiga
1.1.1.1. sub bab tingkat keempat ... dan
seterusnya secara konsepsional tak terbatas.

3).Cara ketiga : sistem ofisial selang huruf-angka, seperti :
1. - sub bab tingkat pertama
a. - sub bab tingkat kedua
1) - sub bab tingkat ketiga
a) - sub bab tingkat keempat
1) - sub bab tingkat kelima
(a) - sub bab keenam

Dari ketiga cara tersebut di atas salah satu cara yang sebaiknya dipakai adalah cara ketiga karena dengan tanpa mengurangi kerapian dan estetika penulisan, cara itu penulis anggap lebih ekonomis dalam arti dapat mendayagunakan setiap halaman skripsi secara efisien.

Dengan cara ini, penempatan nomor-nomor sub bab adalah sebagai berikut : untuk nomor sub bab tingkat pertama pada posisi tepi kiri dilanjutkan dengan kalimat sub topiknya, kemudian alinea awalnya dimulai huruf pertama masuk 7 (tujuh) ketukan, selanjutnya huruf-huruf tepi berikutnya berada persis di bawah nomor sub bab. Untuk nomor sub bab tingkat kedua diketik masuk 7 (tujuh) ketukan, dilanjut-kan dengan kalimat sub babnya. Huruf pertama alinea awalnya diketik di bawah nomor sub babnya sedangkan huruf-huruf tepi selanjutnya berada persis di batas tepi kiri halaman. Dengan cara begitu penulisan akan lebih hemat tidak membuang-buang bagian halaman.

Banyak penulisan yang menempatan huruf-huruf tepi kiri dengan posisi mengikuti letak huruf pertama dari sub babnya (di bawah huruf pertama sub babnya), ini jelas kurang efisien. Akibatnya sering kita jumpai penulisan di bagian kiri halaman-halamannya banyak lowong.

3.Teknik-teknik Penunjukan

Dalam menulis skripsi atau karya ilmiah lainnya, penulisanya sering harus menunjuk karya-karya penulis lain secara khusus mengenai suatu hal yang relevan/memanjang konsep atau persoalan yang ditulis. Berikut ini adalah beberapa cara penunjukan.

a.Penunjukan dengan catatan kaki
Dalam menunjuk karya dari penulis lain dapat digunakan "catatan kaki". Cara ini dilakukan dengan menggunakan angka Latin yang dibutuhkan dengan diangkat setengah spasi pada akhir suku kata di mana penunjukan dimaksud terjadi. Mengenai karya yang ditunjuk di samping dicantumkan dalam daftar kepustakaan juga dicantumkan pada kaki halaman yang kemudian disebut catatan kaki atau foot¬note. Berikut ini adalah contoh penunjukan dengan catatan kaki:

.., umpamakan ini adalah kalimat di mana penunjukan terjadi; maka profil manusia yang ingin maju tetapi malas, ingin ternama tetapi meminjam keberhasilan orang lain dan ingin cepat kaya tetapi melalui kegiatan manipulasi adalah tidak termasuk kategori manusia wira-swasta sebagaimana diilustrasikan oleh Wasty Soemanto7...

...andaikan ini adalah baris terakhir dari teks di halaman ini.
___________
7Wasty Soemanto, Alternatif Pendidikan Wiraswasta Menuju Tinggal Landas Pembangunan (Surabaya : Usaha Nasional, 1982), halaman 57.

Beberapa ketentuan dalam membuat catatan kaki adalah sebagai berikut :

1).Catatan kaki dicantumkan di kaki halaman, dari ban's teks terakhir dipisahkan dengan sebuah garis harizontal sepanjang 20 pukulan ketik dimulai dari pinggir kiri serta pada posisi 2 spasi di bawah baris terakhir teks yang bersangkutan.

2).Nomor catatan kaki diketik di bawah garis pemisah terangkat 1/2 spasi dengan di-indentasikan sebanyak 7 pukulan ketik, dan catatan kakinya segera menyusul pada posisi 1/2 spasi turun dari posisi nomornya.

3).Catatan kaki yang terdiri dari dua baris atau lebih baris kedua dan seterusnya diketik dari pinggir kiri (tidak di-indentasikan), pengetikan dengan spasi tunggal.

4).Apabila pada suatu halaman terdapat lebih dari satu catatan kaki, maka jarak antar catatan kaki adalah 11/2 atau 2 spasi.

5).Penomoran urut untuk setiap catatan kaki adalah per bab, artinya setiap ganti bab nomor urut catatan kaki mulai dengan nomor urut I begitu seterusnya.

6).Apabila menunjuk karya yang sama dari halaman yang sama secara berulang tanpa diselingi penunjukan karya yang lain, dipakai perkataan Ibid.

Contoh :... misalnya ini baris akhir satu teks.
______________
8) Wasty Soemanto , Psikologi Pendidikan (Jakarta : Bina Aksara, 1986), halaman 36.
9) Ibid, halaman 57.
Catatan :Ibid singkatan dari "ibidem" yang berarti di tempat yang sama.


7).Penunjukan atas karya yang sama pada halaman yang sama tetapi sudah diselingi oleh penunjukan karya lainnya, dipergunakan singkatan perkataan loc. cit. Loc. cit singkatan dari "locus citato" yang artinya di tempat yang telah disebut. Dalam menggunakan loc.cit, nomor halaman karya yang ditunjuk tidak usah disebut lagi.. Perhatikan contoh sebagai berikut :
___________________
10Edward W. Minium, Statistical Resoning in Psychology and Aducation (New York : John Wiley & Sons, Inc., 1970), halaman 341.
11Wasty Soemanto, loc.cit. (artinya menunjuk karya Wasty Soemanto pada penunjukan sebelumnya pada halaman 57).


8).Dalam menunjuk karya yang sama tetapi halaman yang lain se-sudah diselingi oleh penunjuk karya lain, dipergunakan perkata¬an op.cit. (singkatan dari opere citato yang artinya di dalam ka-rangan yang baru disebut). Perhatikan contoh berikut :

12Edward W. Minium, op.cit. halaman 28
(menunjukan karya Edward W. Minium yang pemah ditunjuk pada penunjukan no. 10 halaman 28).

9).Apabila penulis bermaksud agar pembaca membandingkan apa yang dikemukakan dengan pendapat pengarang lain, diperguna¬kan singkatan cf. (confer yang artinya bandingkan). Periksa contoh berikut :

13Cf. Toole, Elementary Practical Statistics (London : The Mac-millan Co., 1964), halaman 49. (artinya bandingkan dengan pendapat Toole dalam bukunya "Elementary Practical Statistics" dan seterusny a, pada halaman 49).

10).Dalam menunjuk karya terjemahan, yang mula-mula dicantumkan adalah pengarang dan judul karya aslinya baru kemudian penerjemahnya. Contoh :

14Neagley & Evans, Hanbook for Efective Supervision of Instruction, diterjemahkan oleh Wasty Soemanto (Surabaya : Usaha Nasional, 1982), halaman 16.


11).Di dalam teks, gelar-gelar kesarjanaan seperti : Prof., Dr., Drs., SH., MA., Msc.,MPD., SU., dan sebagainya boleh dipergunakan, tetapi dalam catatan kaki tidak usah dicantumkan.


12).Ada catatan kaki yang bukan penunjukan suatu karya, meiainkan keterangan pelengkap untuk suatu konsep, umpamanya :

... superintendent sebagai petugas pelaksana dari Dewan Pendidikan melaksanakan tugas administrarif dalam rangka memajukan sistem sekolah15...

15Sistem sekolah yang dimaksudkan di sini bukannya sistem atau cara pengajaran, meiainkan sejenis kesatuan atau rayon sekolah-sekolah pada suatu daerah atau wilayah. Di Amerika Serikat rayon sekolah ini lazim disebut "school system".

b. Penunjukan dengan nomor urut daftar pustaka

Penunjukan suatu karya dapat dilakukan dengan jalan meng-hubungkannya dengan daftar pustaka. Adapun membuatnya yaitu sebagai berikut :

1).Tatkala masih menyusun konsep penulisan atau teks, tiap penun-jufcan diberi tanda sementara misalnya sebagai berikut : ( : 65 ). Ini artinya menunjuk suatu karya pada halaman 65, sedangkan nomor urut daftar pustaka belum disusun.

2).Menyusun daftar pustaka secara alfabetis, sekaligus nomor-nomor urut setiap karya/pustaka.

3).Tiap penunjukan kepada sumber pustaka dalam teks dilakukan dengan mencantumkan nomor unit dari sumber yang ditunjuk dalam daftar pustaka beserta dengan nomor halamannya. Umpama-nya penulis menunjuk karya Wasty Soemanto, Pengantar Psikologi terbitan tahun 1987 yang kebetulan dalam daftar pustaka adalah nomor urut 25 dan yang ditunjuk adalah halaman 4, maka penunjukan dilakukan sebagai berikut

"... apabila nyawa ibarat titipan yang tergantung pada kehidupan jasad, sukma ibarat pemberian asli yang tidak tergantung pada ke¬hidupan jasad dan berfungsi membela kepentingan hidup pribadi/individu" (25 :4).

d.Penunjukan dengan nama pengarang

Nama pengarang atau penulis karya dapat dipakai untuk pe¬nunjukan. Dalam penunjukan dengan cara ini, pencantuman nama pengarang/penulis karya dilengkapi dengan informasi tentang tahun karya dimaksud barulah kemudian dibubuhkan nomor halaman yang ditunjuk. Contoh mengenai hal ini misalnya (Hendyat Soetopo, 1984 : 84 - 97) yang berarti menunjuk karya Hendyat Soetopo tahun 1984 pada halaman 84 - 97, dan karya ini tercantum pada daftar pustaka.

4.Teknik Membuat Kutipan

Kutipan adalah ambil alihan konsep atau pendapat orang lain sebagaimana tertulis dalam karya tulisnya kata demi kata. Kutipan di samping dimaksudkan sebagai penguat atau pendukung bahasan, juga dapat berfungsi sebagai upaya penekanan arti penting dari apa yang dikemukakan oleh penulis yang mengutip itu.

Berikut ini adalah beberapa petunjuk cara melakukan pengutipan :

1).Kutipan yang redaksi/kalimatnya tidak tebih dari tiga bans ketikan, diketik langsung di dalam satuan alinea teks. Untuk membedakan kutipan yang demikian dengan kalimat-kalimat teks, dilakukan pemberian tanda kutip pada ujung awal dan ujung akhir dari ka¬limat-kalimat kutipan sebagai berikut : "..... umpamakan ini adalah kalimat kutipan....."

2).Kutipan yang panjangnya lebih dari tiga bans ketikan, dibuat dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Diketik mulai dengan garis baru.
b. Semua bagian kutipan diketik masuk (diindentasikan) sebanyak 7 (tujuh) pukulan ketik.
c. Diketik satu spasi (spasi tunggal).
d.Tidak mempergunakan tanda kutip.

Sebagai contoh misalnya ini teks yang kemudian penulis membuat kutipan sebagai berikut :

One vital element in good supervision is effective communi¬cation from the bottom up. With the building of our great industrial organizations, we have established highly effcient lines of communication from the top down, but the bigger the organization the more difficult it is to make those lines work both ways, and even in many small organizations we find workers isolated from their supervisors as far as their thoughts and feelings are concerned. And the workers resent such a conditiont

3). Dalam mengutip jangan sampai melakukan perubahan, baik redaksi maupun isi dari apa yang dikutip. Salah ejaan sekalipun tidak boleh dibetulkan oleh penulis yang melakukan pengutipan. Sebagai tanda bahwa penulis mengerti adanya kesalahan dalam materi yang dikutip, cukup dibubuhkan tanda "sic" yang artinya "begitulah".

... umpamakan ini adalah bagian dari teks di mana terjadi pengutipan untuk menunjukkan kesalahan ejaan demikian "... semua itu dimak-sudkan oleh kepala sekolah untuk profesional grot (sic) bagi guru-guru ..." (ini berarti penulis tahu, bahwa ada kesalahan ejaan, baik menurut ejaan. baik menurut ejaan bahasa Inggris maupun ejaan bahasa Indonesia).

Ada kekecualian untuk melakukan perubahan yang harus diakui yaitu apabila perubahan dimaksudkan untuk :

a.Menjaga kesinambungan uraian atau bahasan saja dengan jalan membuang bagian teks karya aslinya dan diganti dengan tiga tilik berturut-turut.

Contoh :... umpamakan ini bans teks di mana pengutipan terjadi. Hal ini selaras dengan pengertian yang dikemukakan oleh Cronbach, bahwa sosialisasi adalah persiapan tingkah laku bermasyarakat. Variasi tingkah laku manusia ditentukan oleh "... the society's relegion, its ideas of proper treatment of other people, its economic system and its accumulated knowledge"9.

b.Membuat kesinambungan dengan menambahkan kata atau kata-kata sendiri dalam tanda kurung.

Contoh : ... misalnya ini bans teks di mana terjadi pengutipan. "... manusia wiraswasta. (sedangkan dalam uraian terdahulu telah menandaskan) Kemalasan bertentangan dengan sifat kewiraswastaan seperti yang..."

c.Memberi tekanan khusus pada bagian tertentu pada
materi kutipan.

Contoh : ... misalnya ini baris teks di mana terjadi pengutipan. "Hakikat manusia terletak pada akalnya, karena dengan akalnya itu ma¬nusia dapat menemukan kebenaran dan kesalahan". (garis bawah oleh pengutip)

5.Teknik Menyusun Daftar Pustaka

Semua sumber pustaka yang dipakai dalam penulisan skripsi atau karya ilmiah lainnya, baik yang ditunjuk secara eksplisit dalam teks maupun yang tidak secara eksplisit ditunjuk, disusun dalam bentuk daftar pustaka. Setiap karya dicantumkan dalam daftar semua umum dan lengkap.

Perbedaan daftar pustaka dengan catatan kaki yaitu :
Kalau catatan kaki menunjuk bagian atau halaman dari sumber pustaka secara khusus, sedangkan daftar pustaka tidak demikian.

Catatan kaki diketik baris pertama masuk tujuh pukulan ketik dan bans-bans selanjutnya dan tepi batas kiri, sedangkan daftar pustaka bans pertama diketik mulai dan tepi dan baris-baris selanjutnya masuk tujuh pukulan ketik.


Perhatikan contoh berikut :

- Bentuk catatan kaki :
1Wasty Soemanto, Kepemimpinan Dalam Pendidikan (Su-rabaya : Usaha Nasional, 1982), halaman 17.
- Bentuk daftar pustakanya :
Soemanto, Wasty. Kepemimpinan Dalam Pendidikan (Surabaya : Usaha Nasional, 1982), halaman 17.

Berikut ini bermacam-macam contoh daftar pustaka berdasar-kan variasi/jumlah pengarang, sebagai berikut :

a.Sumber pustaka dengan satu pengarang.

Soemanto, Wasty. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bina Aksara, 1986.

b.Sumber pustaka dengan 2 dan 3 pengarang :

Soetopo, Hendyat & Soemanto, Wasty. Kepemimpinan dan Supermisi Pendidikan. Jakarta : Bina Aksara, 1984.
Austin, David B., French, Will & Hull, John D. American High School Administration; policy and practice. London : Holt, Rinehart & Winston, Inc., 1966.

c. Sumber pustaka dengan lebih dari tiga pengarang :

Patty, F. dkk. Pengantar Psikologi Umum. Surabaya : Usaha Na¬sional, 1982.
Sumber pustaka lebih dari 3 pengarang yang berbahasa asing :

Morgan, Stanley J. et al. Basic Thinking of Student Teacher in the Elementary Schools. New York : Appleton-Century- Crofts, Inc., 1957.

d. Sumber pustaka yang mana editor sebagai pengarang :
Unggau, Halewy R., (ed.). Pengelolaan Kelas. Palangka Raya : t tb., 1984.
Catatan : - ed. = editor
- t. tb. = tanpa penerbit/tanpa terbitan
- t. th. = tanpa tahun
- ed.3 = edisiketiga
- 3 rd.ed = the third edition
- 2 nd.ed. = the second edition
- 5 th.ed. = the fifth edition

e. Salah satu pengarang yang terhimpun dalam satu sumber
pustaka :

Kingsley, Edward G. "How to Guide the Gifted Children" dalam The Modern Classroom Management, William F. Nodle & Badley C. Ruskly (eds.). Toronto: Me Graw Hill Books Co., t.th.

f.Lembaga atau institusi sebagai pengarang :

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya. Laporan Tengah Tahunan Fakultas Keguruan dan Umu Pen¬didikan Tahun 1984. Palangka Raya : FKIP - Universitas Pa¬langka Raya, 1984.

Parent-Teacher Association of Dalas School Systems. Main Re¬gulations for School Funds. Dalas : Univercity of Dalas Press, 1944.

g.Sumber pustaka tanpa nama pengarang :

Petunjuk Menghadapi Tentamen. Surabaya : Percetakan Kartika Windu, 1965.

h.Artikel dari surat kabar :

Artikel dalam harian Dinamika Berita, 11 Mei 1988, halaman 3.

i.Artikel dari majalah :

Amri, Kosim H. "Radio Sebagai Alat Komunikasi Pembangunan Pedesaan". Majalah Mahasiswa, Nomor XXI, bulan September 1975, halaman 17-31.

j.Sumber pustaka sekunder :

Locke, Houis G. et.al. "Readings for Liberal Education". New York : Holt, Rinehart & Winston, 1962. Seperti dikutip oleh Wasty Soemanto & F.X. Suyarno. Landasan Historis Pendidikan Indonesia. Surabaya : Usaha Nasional, 1983.

Catatan kakinya sebagai berikut:

7Houis G. Locke, "Readings for Liberal Education". New York : Holt, Rinehart & Winston, 1962. Seperti dikutip oleh Wasty Soemanto & F.X. Suyamo. Landasan Historis Pendidikan In¬donesia. (Surabaya : Usaha Nasional, 1983), halaman 45.

k.Sumber pustaka yang tidak diterbitkan (misalnya pidato ilmiah, makalah, kertas kerja, skripsi, dan sebagainya):

Yunikewaty. Pelaksanaan Pemungutan Retribusi Pasar Untuk Menunjang Pembangunan Daerah Di Kotamadya Daerah Tingkat II Palangka Raya, Skripsi Sarjana. Malang : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jaya Negara Malang, 1986.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Buku Tamu


ShoutMix chat widget